Menetapkan Konteks Organisasi Berdasarkan ISO 45001

posted in: Article | 0

Menetapkan Konteks Organisasi berdasarkan ISO 45001

Standar ISO 45001 yang diterbitkan pada tahun 2018 memiliki format Annex SL yang sama dengan format di ISO 9001:2015 & ISO 14001:2015. Sehingga mereka yang familiar dengan format tersebut akan memiliki gagasan tentang apa yang diinginkan standar secara struktural. Dalam hal konten, pada ISO 45001:2018 dapat kita lihat bahwa salah satu bagian baru dan kritis yaitu pada klausul 4, dimana sekarang ada persyaratan untuk menentukan “konteks organisasi”. Bagian ini sangat sejalan dengan standar ISO 9001:2015 & ISO 14001:2015. Jadi, apa sebenarnya makna konteks organisasi, dan bagaimana kita menghubungkannya dengan sistem manajemen K3 organisasi?

Konteks Organisasi

Mengingat bahwa cara bisnis beroperasi dan dampaknya telah berubah dalam sepuluh tahun terakhir dengan pertumbuhan era digital dan perdagangan lintas batas, Anda dapat melihat mengapa mendefinisikan konteks organisasi telah menjadi bagian penting dari standar ISO. Dalam kaitannya dengan K3. organisasi memiliki lebih banyak permasalahan dengan jangkauan yang lebih luas, dimana permasalahan tersebut harus dipertimbangkan ketika organisasi merencanakan implementasi Sistem Manajemen K3. Jadi apa saja yang perlu dipertimbangkan ketika menetapkan konteks organisasi ?

Pertama, perlu dilihat pada faktor internal organisasi seperti:

  • Kompetensi tenaga kerja
  • Komitmen orang dalam organisasi
  • Kesediaan untuk bekerja sama dan kepatuhan pada statement yang telah ditetapkan
  • metodologi komunikasi dalam organisasi dan efektivitasnya

Kedua, faktor eksternal:

  • Legislasi dan hukum setempat: Penting untuk sistem manajemen K3 dan kesejahteraan karyawan.
  • Kondisi politik ekonomi: Tercermin dalam kebijakan, program, dan tujuan organisasi.
  • Harapan serikat pekerja
  • Stakeholder dan pemegang saham: Terlepas mereka dianggap internal atau eksternal, harapan mereka akan perlu dipertimbangkan.
  • Lembaga nasional atau internasional yang dapat mempengaruhi organisasi

Jadi, seperti yang kita bisa lihat di atas ada banyak masalah – baik internal dan eksternal – yang dapat mengubah cara organisasi dalam menetapkan “konteks organisasi” untuk tujuan sistem manajemen K3. Juga sangat disarankan untuk mendokumentasikan proses penetapan konteks organisasi, agar organisasi dapat berbagi informasi dengan para pemangku kepentingan dan auditor (pada saat audit) serta untuk kepentingan tinjauan manajemen untuk peluang perbaikan.

Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat.

Jika anda tertarik untuk mengetahui tentang training pelatihan ISO atau sejenisnya, silakan klik link berikut.

Leave a Reply