ISO 50001 untuk menghadapi perubahan iklim global

posted in: Article | 0


Salah satu agenda utama dalam menghadapi perubahan iklim global adalah mengurangi konsumsi energi dan meningkatkan efisiensi penggunaan energi. ISO 50001 sebagai standar internasional untuk sistem manajemen energi diharapkan dapat membantu meningkatkan peforma energi. Sehingga dapat membantu menghadapi perubahan iklim global.

Peningkatan penggunaan energi terjadi secara terus menerus, meskipun faktanya penggunaan energi menyumbang hampir 60% emisi gas rumah kaca di dunia. Pada saat yang sama, ada lebih dari miliaran orang yang tidak dapat menikmati akses listrik. Dan bahkan lebih banyak lagi yang bergantung pada energi yang berbahaya dan mencemari lingkungan. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa penanganan efisiensi energi dan tantangan perubahan iklim menjadi bagian penting dari 17 tujuan pembangunan berkelanjutan yang di agendakan perserikatan bangsa bangsa (PBB) 2030.

ISO 50001:2018, Sistem Manajemen Energi – Persyaratan dengan panduan untuk digunakan, telah mengubah performa energi dari organisasi-organisasi di seluruh dunia ketika pertama kali diterbitkan pada tahun 2011. Standar ini memberikan mereka alat strategis untuk menggunakan energi mereka secara lebih efesien dan efektif. Standar ini menyediakan kerangka kerja untuk mengelola performa energi dan menangani biaya energi. Selain itu ia juga membantu perusahaan  untuk mengurangi dampak lingkungan dalam upaya memenuhi target pengurangan emisi.

ISO 50001:2018

ISO 50001 telah direvisi dan menjadi semakin efektif untuk mengatasi tantangan energi dunia. Komite teknis ISO yang mengembangkan standar ini diketuai oleh Roland Risser. Ia mengatakan bahwa versi baru ini memiliki persyaratan dan definisi yang diperbarui dan klarifikasi yang lebih baik tentang konsep kinerja energi tertentu.

“Ada penekanan yang kuat pada peranan manjemen puncak, karena pentingnya menanamkan perubahan budaya organisasi”, jelasnya. “Standar ini juga sekarang selaras dengan persyaratan ISO untuk standar sistem manajemen lainnya, sehingga lebih mudah untuk mengintegrasikannya ke dalam sistem manajemen organisasi yang ada.”

ISO 50001 menjadi semakin krusial sejak dirilis tujuh tahun lalu. Sebanyak 20.216 sertifikat ISO 50001 dikeluarkan pada akhir tahun 2016, menurut survei ISO. Hal ini mengungkapkan bahwa sertifikasi untuk standar ini meningkat sebesar 69% selama tahun tersebut. ISO 50001:2018 dikembangkan oleh komite teknis ISO ISO / TC 301, Manajemen energi dan penghematan energi, yang sekretariatnya diselenggarakan bersama oleh ANSI (anggota ISO untuk AS), dan SAC (anggota ISO untuk China).

Sumber :
https://www.iso.org/news/ref2316.html
https://www.iea.org/weo2017/
https://sustainabledevelopment.un.org/sdg7
https://www.iso.org/the-iso-survey.html

Leave a Reply