peserta webinar "Manufacturing Operation Excellence Foundation"

Survei ISO Center Indonesia: SOP Ada tapi Eksekusi Belum Konsisten, Ini Masalahnya

posted in: Article, Artikel | 0

JAKARTA – ISO Center Indonesia menggelar survei terhadap peserta webinar “Manufacturing Operation Excellence Foundation” untuk mengetahui sejauh mana penerapan International Organization for Standardization (ISO) benar-benar berjalan di perusahaan. Hasilnya cukup jelas, mayoritas peserta mengaku sudah punya standar operasional prosedur (SOP), tapi pelaksanaannya di lapangan belum tampak konsisten.

Survei ini dilakukan pada 18–19 Juni 2026, tak lama setelah webinar berlangsung. 

Dari 43 respons yang masuk, empat di antaranya berupa data internal atau uji coba sehingga tidak dihitung. Analisis akhirnya menggunakan 39 respons dari peserta eksternal.

Tujuan survei ini sederhana, mencari tahu kendala apa yang paling banyak dihadapi peserta, materi workshop seperti apa yang mereka butuhkan, dan program lanjutan apa yang paling relevan untuk dikembangkan.

 

Temukan celah antara standar ISO dan realita di lapangan. Mari evaluasi efektivitas eksekusi SOP di pabrik Anda bersama tim ahli kami

 

Dari delapan jenis kendala operasional yang ditanyakan, masalah SOP yang sudah ada namun belum konsisten dijalankan menjadi keluhan terbanyak, dipilih oleh 17 peserta. Setelah itu ada masalah produktivitas dan Overall Equipment Effectiveness (OEE) atau efektivitas mesin yang belum stabil, disebut 13 peserta, serta tingginya waste dan biaya kualitas buruk atau Cost of Poor Quality (COPQ), disebut 10 peserta. Kendala lain yang muncul antara lain tingginya angka cacat produk dan komplain pelanggan (8 peserta), proyek perbaikan yang tidak bertahan lama (6 peserta), serta mesin sering rusak dan keterlambatan pengiriman (masing-masing 5 peserta).

Survei ini juga menanyakan sejauh mana ISO benar-benar berdampak pada pekerjaan sehari-hari. Hasilnya, 13 peserta menilai ISO di perusahaan mereka masih sebatas urusan audit dan sertifikasi. Sebanyak 12 peserta merasa ISO belum terasa manfaatnya secara harian. Hanya 9 peserta yang mengaku ISO sudah membantu dan benar-benar terhubung dengan target kerja atau Key Performance Indicator (KPI) mereka. Artinya, sekitar dua pertiga peserta merasa ISO di tempat kerja mereka belum berfungsi maksimal sebagai alat untuk meningkatkan performa, dan cenderung dilihat hanya sebagai syarat kepatuhan.

Jangan biarkan COPQ dan downtime menggerus profit perusahaan. Konsultasikan strategi peningkatan OEE pabrik Anda hari ini.

Saat ditanya target kerja mana yang paling ingin diperbaiki, produktivitas menjadi jawaban terbanyak dengan 20 suara. Disusul OEE dan tingkat cacat produk (rework), yang masing-masing mendapat 16 suara. Downtime mesin dipilih 12 peserta, dan COPQ dipilih 10 peserta.

Soal proyek perbaikan yang sedang berjalan, 13 peserta mengaku sudah punya proyek perbaikan tapi belum sepenuhnya berdasarkan data dan risiko. Sepuluh peserta lainnya mengatakan perusahaan mereka baru bertindak setelah masalah muncul, bukan mencegah lebih dulu. Delapan peserta mengaku punya banyak ide perbaikan tapi bingung menentukan mana yang harus dikerjakan lebih dulu.

Ketika diminta memilih output workshop yang paling diinginkan, pilihan terbanyak jatuh pada cara menentukan prioritas perbaikan berdasarkan risiko, dipilih 24 peserta. Tiga kebutuhan lain yang sama-sama banyak diminati adalah pemetaan masalah operasional, penentuan proses yang paling krusial, dan evaluasi sejauh mana ISO sudah terhubung dengan performa kerja — masing-masing dipilih 15 peserta.

Dari sisi kepuasan, webinar ini mendapat nilai tinggi: 4,46 dari 5 untuk materi dan 4,54 dari 5 untuk pemateri. Meski begitu, beberapa peserta berharap ada lebih banyak studi kasus nyata dan sesi tanya jawab yang lebih panjang di acara berikutnya.

Berdasarkan temuan ini, ISO Center Indonesia merancang program lanjutan berupa workshop bertajuk “ISO to Operational Excellence Workshop: From Compliance to Performance Execution”

Program ini disusun dalam enam sesi, mulai dari mengidentifikasi kesenjangan antara sistem ISO dan performa harian, hingga menyusun rencana aksi untuk 30, 60, dan 90 hari ke depan. Workshop ini rencananya akan ditawarkan dalam dua format, sehari penuh untuk peserta umum, atau dua hari untuk program khusus di dalam perusahaan (inhouse).

Ingin mengubah sistem ISO di perusahaan Anda menjadi mesin penggerak profit dan efisiensi? Jangan biarkan SOP Anda hanya menjadi tumpukan kertas. Konsultasikan pain point operasional pabrik Anda bersama tim ahli kami dan dapatkan framework eksklusifnya sekarang.

 [Hubungi Kami via WhatsApp] atau [Pelajari Program Selengkapnya]

Bingung harus mulai perbaikan dari mana? Dampingi tim Anda menyusun rencana aksi 30, 60, dan 90 hari ke depan bersama praktisi kami

Rate this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *