Pelaporan Sumber Daya Manusia Menggunakan Standar Internasional ISO 30414

posted in: Article | 0

Nilai dan kemampuan suatu organisasi tergantung pada sebaik apa nilai dan kemampuan orang-orang yang ada di dalamnya. Inilah sebabnya mengapa biaya tenaga kerja seringkali menjadi salah satu biaya terbesar di suatu perusahaan. Sedangkan, mengukur nilai manfaat yang didapat dari investasi SDM ini bisa menjadi suatu hal yang rumit. Pengukuran ini akan menjadi jauh lebih mudah dengan menggunakan Standar Internasional pertama untuk pelaporan sumber daya manusia.

Kita sudah mengetahui bahwa strategi SDM yang efektif dapat berdampak positif pada kinerja organisasi. Apalagi dengan biaya tenaga kerja yang dapat mencapai 70% dari pengeluaran organisasi, maka sangat penting untuk membuat strategi yang bagus.

Ada banyak sistem dan proses manajemen SDM yang beraneka ragam dengan tujuan memaksimalkan nilai manfaat atas investasi staf. Tetapi sistem dan proses manajemen tersebut berbeda-beda antar bisnis maupun antar negara, sehingga sulit untuk secara akurat membandingkan dan membuatnya relevan secara internasional. Standar ISO baru yang baru diterbitkan ini menyediakan cara yang disepakati secara global untuk melakukan hal itu.

ISO 30414, Manajemen sumber daya manusia – Pedoman pelaporan sumber daya manusia internal dan eksternal, adalah Standar Internasional pertama yang memungkinkan organisasi untuk mendapatkan pandangan yang jelas tentang kontribusi aktual dari sumber daya manusianya. Berlaku untuk perusahaan dari semua jenis dan ukuran, standar ini memberikan pedoman pada bidang SDM seperti budaya organisasi, rekrutmen dan pergantian karyawan, produktivitas, kesehatan dan keselamatan, dan kepemimpinan.

Dr Ron McKinley, Ketua komite teknis ISO yang mengembangkan standar ini, mengatakan ISO 30414 akan memungkinkan organisasi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang dampaknya terhadap staf dan membantu memaksimalkan kontribusi karyawan untuk kesuksesan jangka panjang.

“Pelaporan tenaga kerja adalah tentang memikirkan kembali bagaimana nilai organisasi harus dipahami dan dievaluasi, dan memungkinkan pengambilan keputusan lebih banyak berdasarkan data pada seluruh manajemen tenaga kerja,” jelasnya.

“Terlebih lagi, dengan menyediakan sejumlah metrik kunci yang relevan yang dapat dikenali pada skala internasional, perusahaan multinasional dapat lebih mudah mentransfer informasi sumber daya manusia, lebih baik mengontrol kegiatan SDM internasional mereka dan memberikan transparansi yang lebih besar untuk semua pemangku kepentingan mereka,” katanya.

“Tapi standar ini bukan hanya untuk perusahaan multinasional. Organisasi dari semua ukuran, termasuk perusahaan kecil dan menengah, dapat mengambil manfaat dengan dapat memilih metrik yang paling relevan bagi mereka. ”

Pemerintah dan pembuat kebijakan juga diuntungkan, kata McKinley, dengan memperoleh pengetahuan yang lebih besar tentang pengembangan sumber daya manusia di organisasi negara mereka terkait dengan yang lain, yang penting untuk inisiatif pasar tenaga kerja politik.

Dokumen ini memberikan panduan pada beberapa area berikut:

– kepatuhan dan etika;

– biaya;

– perbedaan/diversity;

– kepemimpinan;

– budaya organisasi;

– kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan organisasi;

– produktifitas;

– rekrutmen, mobilitas dan pergantian;

– keterampilan dan kemampuan;

– perencanaan suksesi;

– ketersediaan tenaga kerja.

Sumber : :

https://www.iso.org/news/ref2357.html

https://www.iso.org/standard/69338.html

Leave a Reply