Pemantauan dan Pengukuran dalam ISO 45001

posted in: Article | 0

Setiap organisasi menghadapi banyak masalah terkait kesehatan dan keselamatan. Hal ini terjadi  meskipun organisasi telah merencanakan dan menetapkan berbagai sistem untuk memastikan bahwa semua persyaratan terkait kesehatan dan keselamatan kerja telah ditangani. Diantara masalah yang muncul seperti, jumlah keluhan kesehatan lebih banyak dari yang diharapkan, insiden yang  mengakibatkan cedera serius, ketidakhadiran yang berdampak pada pekerjaan. Selain itu banyak masalah lain yang menjadi perhatian bagi organisasi. Masalah-masalah ini berefek pada kepuasan atau motivasi pekerja yang rendah dan dapat memengaruhi kualitas kerja sehingga berisiko menghasilkan kepuasan pelanggan yang lebih rendah. Penting bagi organisasi untuk melacak semua kasus seperti ini. Untuk melakukan ini, sebuah organisasi perlu memantau, mengukur, menganalisa dan mengevaluasi proses untuk memastikan bahwa hal yang dijalankan telah efektif, memadai, dan sesuai. ISO 45001 membicarakan hal ini pada klausul tentang Evaluasi Kinerja.

Persyaratan Pengukuran dan Pemantauan

Persyaratan pengukuran dan pemantauan harus diputuskan berdasarkan risiko dan tingkat kekritisan  proses. Pengukuran harus sesuai dengan tujuan kesehatan dan keselamatan kerja yang ditetapkan untuk organisasi. Persyaratan pengukuran dan pemantauan harus mempertimbangkan persyaratan standar, persyaratan hukum dan persyaratan lainnya. Beberapa contoh dapat berupa:

  • pengamatan kesehatan karyawan, pemantauan lingkungan kerja;
  • tingkat kemajuan dalam deklarasi kebijakan, pencapaian objektif, dan peningkatan berkelanjutan;
  • tingkat kompetensi para pekerja
  • kesenjangan terhadap pemenuhan persyaratan hukum, jika ada
  • Standar dan Kode;
  • Persyaratan Asuransi

Setelah mengidentifikasi persyaratan pengukuran dan pemantauan, organisasi perlu menetapkan sistem untuk mengumpulkan dan mengkonsolidasikan langkah-langkah ini. Untuk melakukan ini, organisasi perlu menentukan kriteria untuk membandingkan pengukuran ini. Kriteria ini dapat dibuat terhadap tolak ukur industri atau kode dan tujuan organisasi sendiri. Organisasi juga perlu menetapkan alat pengukur atau alat yang diperlukan untuk melakukan pengukuran ini dan menentukan metode untuk mengumpulkan dan konsolidasi. Termasuk menetapkan metode untuk memeriksa bahwa hasil pengukuran telah valid .

Analisis dan Evaluasi

Analisis adalah proses menyelidiki data untuk menentukan hubungan dan tren. Organisasi dapat menggunakan berbagai alat statistik seperti analisis Pareto, analisis fish-bone, analisis 5W, dll untuk menarik kesimpulan dari data.

Evaluasi dilakukan untuk memastikan kecukupan, kesesuaian dan efektivitas persyaratan kesehatan dan keselamatan. Kegiatan evaluasi paling sering dikaitkan dengan kegiatan pemantauan. Keluhan kesehatan kerja, pemantauan lingkungan kerja dan pengawasan kesehatan pekerja adalah beberapa elemen yang perlu dipantau dalam suatu organisasi.

Hasil analisis dan evaluasi harus digunakan untuk mengambil tindakan untuk menghilangkan akar penyebab dari suatu masalah. Penyebab ini merupakan alasan untuk feedback negatif atau pengukuran yang tidak sesuai target.

Presentasikan analisis tren dalam Rapat Tinjauan Manajemen dan identifikasi kebutuhan untuk perbaikan dalam Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja melalui evaluasi proses-proses ini.

Analisis dan evaluasi data dapat menetapkan sejumlah area risiko. Tindakan yang memadai harus diambil secara pro-aktif untuk memastikan risiko atau masalah ini ditangani secara memadai sebelum mencapai tingkat yang berat dan sulit untuk dipastikan.

Sumber : http://isoupdate.com

Leave a Reply