Peran GRC pada Perusahaan Anda

posted in: Article, Artikel | 0

Peran GRC pada Perusahaan Anda

Banyak organisasi, baik itu UMKM, pemerintah, koperasi, dan lain sebagainya mengalami sebuah lingkungan yang lebih dinamis dan kompleks dalam operasionalnya. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri yang harus diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu, penting kiranya menerapkan Governance, Risk and Compliance (GRC).

Peran Governance, Risk and Compliance (GRC) pada perusahaan sangat penting, Implementasi tata kelola yang baik, risiko yang terjaga dan kepatuhan dalam menjalankan proses bisnis, harus terus dilakukan perusahaan untuk mendorong kinerja bisnis yang berkelanjutan.

Lalu apa itu GRC? Ikuti penjelasan berikut ini untuk mengenal seputar GRC lebih lengkap.

Apa Itu GRC?

Istilah GRC merupakan singkatan dari Governance, Risk, and Compliance. Sebuah istilah terdiri dari tiga kata yang artinya tata kelola, risiko, dan kepatuhan. GRC menggabungkan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan dalam satu model terkoordinasi.

Kolaborasi ketiganya bertujuan membantu perusahaan dalam mengurangi limbah, meningkatkan efisiensi, mengurangi risiko non kepatuhan, dan berbagi informasi dengan lebih efektif.

Secara lebih rinci, berikut arti dari ketiga istilah:

Tata kelola

Tata kelola merupakan rangkaian kebijakan, aturan, atau kerangka kerja yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan bisnisnya. Poin ini menentukan tanggung jawab pemangku kepentingan utama, seperti dewan direksi dan manajemen senior. Misalnya, tata kelola perusahaan yang baik mendukung tim Anda termasuk dalam kebijakan tanggung jawab sosial perusahaan pada rencananya.

Tata kelola yang baik mencakup etika dan akuntabilitas, berbagi informasi secara transparan, kebijakan resolusi konflik, serta manajemen sumber daya.

Manajemen risiko

Bisnis menghadapi banyak tipe risiko, termasuk risiko keuangan, hukum, strategis, dan keamanan. Manajemen risiko yang baik membantu bisnis mengidentifikasi risiko-risiko kemudian menemukan cara untuk memulihkan risiko yang ditemukan.

Perusahaan menggunakan program manajemen risiko korporasi untuk memprediksi potensi masalah dan meminimalkan kerugian. Misalnya, Anda bisa menggunakan penilaian risiko untuk menemukan kelemahan keamanan pada sistem komputer dan melakukan perbaikan. 

Kepatuhan

Kepatuhan adalah tindakan mengikuti peraturan, hukum, dan undang-undang. Pada poin ini diterapkan pada persyaratan hukum dan undang-undang yang ditetapkan oleh badan industri serta untuk kebijakan perusahaan internal. Pada GRC, kepatuhan meliputi penerapan prosedur untuk memastikan bahwa aktivitas bisnis patuh terhadap peraturan masing-masing. Misalnya, organisasi kesehatan harus patuh terhadap undang-undang seperti HIPAA yang melindungi privasi pasien.

Ketiga hal tersebut merupakan suatu bentuk kesinambungan dimana semuanya bekerja secara terus menerus dan berkelanjutan. Misalnya adanya peraturan secara internal dan juga eksternal yang telah dibentuk. Kemudian saat muncul suatu risiko yang timbul akibat ketidakpatuhan, namun pada akhirnya bisa ditangani dengan tata kelola yang baik. Siklus ini akan kembali ke atas lagi dan seterusnya berlangsung secara berkelanjutan.

Keuntungan Menerapkan GRC

Keuntungan Menerapkan GRC

Perusahaan yang menerapkan GRC dapat mengambil keputusan dengan lebih baik dalam lingkungan sadar risiko. Program GRC yang efektif membantu pemangku kepentingan utama menetapkan kebijakan dari perspektif bersama dan mematuhi persyaratan perundang-undangan.

Peran GRC pada perusahaan mencakup dalam kebijakan, keputusan, dan tindakan. Berikut keuntungan dan manfaat jika perusahaan menerapkan GRC:

  1. Tata kelola dan kepatuhan dapat memastikan kesuksesan perusahaan dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
  2. Tata kelola dan kepatuhan perusahaan yang kuat menjaga kepercayaan investor, sehingga perusahaan bisa meningkatkan modal secara efisien dan efektif.
  3. Berguna untuk menurunkan biaya modal.
  4. Memberikan dampak positif pada harga saham.
  5. Memberikan dorongan yang tepat kepada pemilik serta manajemen puncak untuk mencapai tujuan yang menjadi kepentingan pemegang saham dan perusahaan.
  6. Tata kelola dan kepatuhan perusahaan yang baik juga meminimalkan tindakan pemborosan, korupsi, risiko, dan salah urus.
  7. Membantu dalam pembentukan dan pengembangan merek.
  8. Organisasi dikelola dengan cara yang sesuai dengan mengakomodir semua pemangku kepentingan.

Korelasi GRC dan ISO 31000

Korelasi GRC dan ISO 31000

International Organization for Standardization menerbitkan sebuah standar yang diberi nama ISO 31000 Risk Management atau manajemen risiko. Standar ini memberi panduan mengenai standar manajemen risiko. Perusahaan di berbagai sektor perlu mengimplementasikan standar yang diacu di dalam panduan untuk meminimalisasi risiko yang bisa terjadi di dalam operasionalnya.

ISO 31000 adalah panduan baru manajemen risiko yang dipertimbangkan dari panduan-panduan sebelumnya yang tidak relevan dengan kebutuhan zaman sekarang. Tujuan penyusunannya adalah keberlangsungan operasional, ketahanan ekonomi, reputasi profesional, dan dampak lingkungan dan keamanan dalam organisasi.

Panduan ini tidak memberikan instruksi yang rinci mengenai pengelolaan yang sifatnya spesifik. Sifat panduan cenderung umum. Namun, organisasi dapat bertujuan untuk mengantisipasi risiko-risiko yang dapat terjadi di dalam perusahaan.

Implementasi manajemen risiko tidak lepas dari implementasi Governance, Risk and Compliance (GRC) yang terintegrasi dalam perusahaan. Perusahaan dapat menerapkan tata kelola perusahaan yang baik melalui penerapan ISO 31000 yang juga dapat diperkuat dengan standar sistem manajemen lainnya.

Baca juga : Perbedaan ISO 31000 Tahun 2009 dan 2018

Sertifikasi ISO 31000 Risk ManagementSistem ini diterapkan untuk mengendalikan berbagai risiko yang terjadi perusahaan seperti pelanggaran peraturan. Kemudian integrasi keduanya dapat mendorong pertumbuhan lingkungan perusahaan yang berintegritas, profesional, akuntabel, dan transparan dalam mengembangkan perusahaan terutama di kondisi disrupsi global yang saat ini sedang  terjadi.

Integritas dan akuntabilitas tentu menjadi modal utama perusahaan dalam menghadapi tantangan era disrupsi yang membutuhkan inovasi dan transformasi dalam tempo yang singkat. Oleh karena itu penerapan manajemen risiko dan GRC di perusahaan dapat mendukung inovasi dan penyesuaian strategi secara transparan dan akuntabel sehingga perusahaan dapat menjawab tantangan dan mengatasi ketidakpastian dengan cepat dan tepat. 

Pentingnya GRC untuk Mematuhi Aturan di Indonesia

Pentingnya GRC untuk Mematuhi Aturan di Indonesia

Pentingnya penerapan Governance, Risk and Compliance (GRC) di Indonesia adalah untuk mendorong perusahaan-perusahaan di Indonesia terus meningkatkan kinerja sehingga dapat tumbuh secara berkelanjutan. Selain itu, peran GRC di perusahaan untuk mengimplementasikan tata kelola, risiko, dan kepatuhan perusahaan.

Hal ini dikarenakan GRC juga mencakup bidang-bidang utama lainnya seperti audit internal, kepatuhan dan risiko di bidang hukum, keuangan, teknologi informasi (TI), sumber daya manusia (SDM), lini bisnis, rangkaian eksekutif, dan dewan direksi.

Contoh peraturan yang berlaku di Indonesia dan tentunya harus dipatuhi perusahaan yaitu Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) atau Undang-undang nomor 11 tahun 2008. UU ini mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik, atau teknologi informasi secara umum.

Kemudian ada Undang-undang (UU) Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi yang juga harus dipatuhi dalam setiap kegiatan perusahaan. Termasuk semua regulasi bisnis atau aturan yang harus dipenuhi oleh para pelaku bisnis dalam menjalankan kegiatan bisnisnya.

Selain menjadi aturan-aturan yang mengikat, fungsi regulasi bisnis bertujuan untuk menertibkan perilaku para pengusaha dan konsumen dalam batasan-batasan tertentu.

Sertifikasi ISO 31000 Risk Management

Leave a Reply