
Di tengah persaingan industri yang makin ketat, konsumen kini tidak hanya ingin produk yang bagus mereka ingin bukti. Mereka ingin data yang jelas, valid, dan bisa dipercaya. Dan satu-satunya cara bagi perusahaan untuk membuktikan hal itu adalah melalui laboratorium yang kompeten.
Di sinilah ISO/IEC 17025:2017 menjadi sangat penting.
Standar ini membantu laboratorium bekerja dengan cara yang benar, konsisten, dan sesuai aturan internasional, sehingga setiap hasil uji yang keluar punya kredibilitas yang kuat. Tidak hanya diakui oleh pelanggan, tetapi juga oleh pasar global.
Artikel ini akan membantu Anda memahami bagaimana ISO/IEC 17025 bekerja, kenapa standar ini begitu berpengaruh, dan apa manfaat nyata yang bisa dirasakan oleh laboratorium maupun perusahaan.
Kalau Anda ingin tahu bagaimana sebuah laboratorium bisa menghasilkan data yang benar-benar “bisa dipegang”, artikel ini akan menjelaskannya dengan cara yang ringan dan mudah dipahami.
Apa itu ISO/IEC 17025 dan Siapa yang Menerbitkannya?Â
ISO/IEC 17025 adalah Standar Internasional yang digunakan oleh laboratorium pengujian dan kalibrasi untuk menunjukkan bahwa mereka kompeten, terpercaya, dan mampu menghasilkan hasil yang valid. Standar ini berisi persyaratan umum tentang apa saja yang harus dimiliki sebuah laboratorium agar proses pengujian, kalibrasi, maupun pengambilan sampelnya dapat dipertanggungjawabkan secara teknis.
Standar ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1999, lalu diperbarui pada 2005 dan 2017 yang versi 2017 menjadi versi terbaru yang digunakan sampai sekarang. Pengembangan ISO/IEC 17025 dilakukan oleh dua organisasi internasional besar:
- ISO (International Organization for Standardization)
- IEC (International Electrotechnical Commission)
Keduanya bekerja sama untuk memastikan standar ini berlaku untuk semua laboratorium, baik besar maupun kecil, baik milik pemerintah, swasta, akademik, maupun industri.
Tujuan Utama ISO/IEC 17025
Standar ini dibuat dengan tujuan yang sangat sederhana untuk memastikan sebuah laboratorium bekerja secara kompeten, tersistem, dan dapat menghasilkan hasil yang valid.
Dengan menerapkan ISO/IEC 17025, sebuah laboratorium bisa membuktikan kepada pelanggan, regulator, bahkan badan akreditasi bahwa:
- Mereka memiliki sistem manajemen laboratorium yang efektif
- Mereka memiliki kompetensi teknis yang kuat
- Mereka dapat menghasilkan data yang akurat, bisa dipercaya, dan dapat dipertanggungjawabkan
Manfaat Penerapan ISO/IEC 17025
1. Peningkatan Kepercayaan dan Pengakuan Internasional
Laboratorium yang memenuhi ISO/IEC 17025 lebih mudah diakui di tingkat nasional maupun internasional. Hasil pengujiannya lebih diterima oleh regulator, pelanggan, dan lembaga akreditasi.
Standar ini juga mempermudah kerja sama antar laboratorium serta memudahkan pertukaran data pengujian antar negara.
2. Jaminan Validitas dan Akurasi Hasil
Standar ini mensyaratkan proses teknis yang ketat, termasuk:
- validasi metode
- ketertelusuran metrologi
- evaluasi ketidakpastian pengukuran
- pengendalian mutu internal
Semua ini memastikan bahwa hasil laboratorium akurat, konsisten, dan dapat dipercaya.
3. Efektivitas Operasional yang Lebih Baik
ISO/IEC 17025 versi terbaru telah mengadopsi risk-based thinking, sehingga persyaratan tidak lagi terlalu kaku. Laboratorium diberikan fleksibilitas lebih, selama mereka bisa menunjukkan bahwa proses mereka efektif dalam mengendalikan risiko. Hal ini membuat laboratorium lebih efisien, lebih adaptif, lebih fokus pada kinerja dan lebih siap menghadapi risiko dan peluang
Prinsip-Prinsip Dasar ISO/IEC 17025
ISO/IEC 17025 dibangun di atas tiga prinsip utama yang menjadi fondasi sebuah laboratorium bisa dianggap kompeten dan dapat dipercaya. Ketiga prinsip ini saling melengkapi dan memastikan bahwa setiap hasil pengujian dan kalibrasi benar-benar valid.
1. Kompetensi (Competence)
Laboratorium harus memastikan bahwa semua orang yang terlibat dalam kegiatan teknis baik staf internal maupun pihak eksternal harus memiliki kompetensi yang tepat. Hal ini mencangkup mulai dari pendidikan yang sesuai, pelatihan teknis, pengalaman kerja, serta pemahaman mendalam tentang metode yang digunakan.
Jika kompetensi personel kuat, maka hasil laboratorium pun kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.
2. Imparsialitas (Impartiality)
Semua kegiatan laboratorium harus dilakukan secara objektif, tanpa keberpihakan atau tekanan dari pihak mana pun.
Artinya:
- hasil tidak boleh dipengaruhi oleh kepentingan komersial, finansial, atau hubungan personal
- laboratorium harus punya sistem untuk mencegah konflik kepentingan
- kebijakan imparsialitas harus disosialisasikan dan dijalankan secara konsisten
Dengan menjaga imparsialitas, laboratorium dapat memastikan kepercayaan pelanggan terhadap setiap hasil yang dikeluarkan.
3. Operasi yang Konsisten (Consistent Operation)
Laboratorium harus menjalankan kegiatannya dengan cara yang stabil dan konsisten. Sehingga, mereka harus memiliki prosedur yang terdokumentasi, menjalankan proses dengan cara yang sama setiap kali, memastikan hasil tetap valid meski dilakukan oleh personel berbeda.
Prinsip ini membuat laboratorium lebih mudah dikendalikan dan hasilnya lebih mudah dipercaya.
Struktur Standar ISO/IEC 17025:2017 (Versi Lebih Jelas & Mudah Dipahami)
Standar ini disusun dalam delapan klausul utama, yang menggabungkan persyaratan teknis laboratorium dengan elemen sistem manajemen yang mirip ISO 9001. Berikut penjelasan singkat dan contoh penerapan yang mudah dipahami.
Persyaratan Umum: Imparsialitas & Kerahasiaan
Bagian ini menekankan pentingnya objektivitas dan perlindungan data pelanggan.
Contoh penerapan:
- Laboratorium membuat kebijakan tegas melarang staf menerima hadiah atau fasilitas dari pelanggan.
- Sistem rotasi staf diterapkan agar tidak ada personel yang terlalu lama menangani klien tertentu.
- Informasi hasil uji hanya diberikan kepada pihak yang berwenang, dengan perjanjian kerahasiaan yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.
Persyaratan Struktural
Laboratorium harus jelas mengenai status hukumnya, apa saja kegiatan yang dilakukan, serta bagaimana struktur organisasi disusun.
Contoh penerapan:
- Laboratorium hanya mengklaim layanan yang benar-benar mereka lakukan sendiri.
- Jika ada layanan eksternal yang digunakan, tidak boleh diakui sebagai kemampuan internal.
Persyaratan Sumber Daya
Laboratorium harus memiliki sumber daya yang memadai: personel, peralatan, fasilitas, hingga ketertelusuran metrologi.
Contoh penerapan:
- Semua alat ukur harus dikalibrasi secara berkala oleh lembaga yang kompeten.
- Ketertelusuran pengukuran harus bisa dilacak kembali ke satuan internasional (SI).
- Lingkungan pengujian harus sesuai spesifikasi (misalnya suhu, kelembapan, atau kondisi tertentu lainnya).
Persyaratan Proses
Ini adalah “jantung” kegiatan laboratorium, mulai dari menerima permintaan pelanggan, melaksanakan pengujian, hingga melaporkan hasil.
Contoh penerapan:
- Tinjauan kontrak: sebelum pengujian dilakukan, laboratorium memastikan metode yang digunakan sesuai dan pelanggan memahami aturan keputusan (decision rule) jika ada pernyataan lolos/gagal.
- Validitas hasil: laboratorium mengikuti uji profisiensi (proficiency testing) untuk memastikan hasilnya konsisten dan sebanding dengan laboratorium lain.
- Pelaporan: hasil disampaikan dengan jelas, akurat, dan sesuai standar.
Sistem Manajemen (Opsi A atau Opsi B)
Laboratorium diberi pilihan dalam mengelola sistem manajemennya:
- Opsi A: mengacu langsung pada persyaratan ISO/IEC 17025 pada klausul 8.
- Opsi B: menggunakan ISO 9001 sebagai basis sistem manajemen.
Contoh penerapan:
- Laboratorium mengidentifikasi risiko yang dapat memengaruhi hasil dan mengambil tindakan pencegahan.
- Umpan balik dari pelanggan digunakan untuk perbaikan berkelanjutan.
- Audit internal dilakukan untuk memastikan semua proses berjalan sesuai prosedur.
Penjelasan Lebih Lanjut tentang Persyaratan Proses (Klausul 7)
Klausul 7 bisa dibilang adalah “jantung teknis” dari ISO/IEC 17025. Di sinilah persyaratan inti mengenai bagaimana laboratorium melakukan pekerjaannya ditetapkan. Intinya, Klausul 7 memastikan bahwa setiap pengujian, kalibrasi, dan laporan hasil benar-benar dapat dipertanggungjawabkan baik secara teknis maupun ilmiah.
1. Seleksi, Verifikasi, dan Validasi Metode
Laboratorium tidak boleh sembarangan menggunakan metode uji atau kalibrasi. Metode yang digunakan harus:
- tepat untuk tujuan pengujian,
- sesuai standar yang diakui, dan
- terbukti dapat dilakukan dengan benar oleh laboratorium tersebut.
Jika laboratorium mengembangkan metode sendiri, mengubah metode standar, atau memakai metode non-standar, maka metode tersebut wajib divalidasi. Validasi ini membuktikan bahwa metode tersebut benar-benar mampu menghasilkan hasil yang akurat untuk kebutuhan tertentu.
2. Evaluasi Ketidakpastian Pengukuran
Ini adalah bagian yang sangat penting, terutama untuk laboratorium kalibrasi. Setiap hasil pengukuran memiliki tingkat ketidakpastian, dan laboratorium harus mengidentifikasi faktor-faktor penyebab ketidakpastian, menghitung besar ketidakpastian tersebut, dan menyatakannya dalam laporan.
Tujuannya sangat sederhana, pelanggan harus tahu seberapa “pasti” hasil yang diterima.
3. Penjaminan Validitas Hasil
Laboratorium harus membuktikan bahwa hasil yang dikeluarkan selalu konsisten dari waktu ke waktu. Tidak cukup hanya “sekali benar”.
Karena itu, laboratorium harus melakukan uji profisiensi (proficiency testing), penggunaan bahan kontrol mutu (QC materials), pengujian ulang atau replikasi, pengecekan berkala peralatan ukur, korelasi hasil antar metode atau antar analis. Semua ini dilakukan agar laboratorium yakin bahwa hasilnya valid, stabil, dan dapat dipercaya.
4. Pelaporan Hasil
Hasil pengujian atau kalibrasi harus disajikan harus jelas, akurat, tidak ambigu, dan objektif. Untuk laporan kalibrasi, ketidakpastian pengukuran wajib dicantumkan.
Laporan harus berisi semua informasi yang disepakati bersama pelanggan agar hasil tersebut bisa dipahami dan digunakan dengan benar.
Langkah-Langkah Implementasi ISO/IEC 17025
Menerapkan ISO/IEC 17025 adalah proses bertahap. Tidak bisa selesai semalam, tetapi dapat dicapai jika dilakukan secara sistematis. Berikut tahapan implementasi versi sederhana dan mudah dipahami:
1. Komitmen dan Perencanaan
Segala sesuatu dimulai dari komitmen manajemen. Pimpinan laboratorium harus menetapkan kebijakan dan tujuan yang sesuai dengan ISO/IEC 17025, mendukung implementasi sistem manajemen, dan mengidentifikasi risiko dan peluang yang mungkin memengaruhi validitas hasil. Tanpa komitmen manajemen, implementasi biasanya berjalan setengah hati.
2. Gap Analysis (Analisis Kesenjangan)
Di tahap ini, laboratorium membandingkan kondisi saat ini dengan persyaratan standar. Gap analysis membantu mengidentifikasi kekurangan pada kompetensi teknis, prosedur yang belum ada, dokumentasi yang belum cukup, atau proses yang tidak memenuhi standar. Inilah tahap yang “bercermin” untuk melihat apa yang perlu diperbaiki.
3. Penyusunan Dokumentasi
Setelah tahu apa yang kurang, laboratorium mulai menyusun dokumen yang diperlukan.
Dokumen penting meliputi:
- kebijakan sistem manajemen,
- prosedur teknis (kalibrasi, pengujian, validasi metode, penanganan barang tidak sesuai),
- formulir/kertas kerja,
- instruksi kerja,
- daftar peralatan dan program kalibrasinya.
Dokumen harus dikendalikan agar staf selalu menggunakan versi terbaru.
4. Pelatihan dan Sosialisasi Personel
Semua personel harus bisa menjalankan tugasnya dengan kompeten. Sehingga Laboratorium harus menetapkan kompetensi minimal untuk setiap posisi, menyediakan pelatihan teknis dan non-teknis, mengevaluasi kompetensi personel, dan memberikan otorisasi resmi kepada staf untuk melakukan pengujian/kalibrasi.
Personel yang kompeten = hasil yang bisa dipercaya.
5. Coaching & Implementasi Proses
Ini adalah tahap paling kritis: menjalankan semua prosedur yang sudah dibuat.
Kegiatan meliputi:
- melakukan tinjauan kontrak,
- menjalankan kalibrasi dan pengujian dengan metode terverifikasi,
- menjaga ketertelusuran metrologi,
- menerapkan pemeliharaan peralatan,
- mengatasi risiko yang telah diidentifikasi.
Pada tahap ini, banyak laboratorium memerlukan pendampingan (coaching) agar implementasi berjalan konsisten.
6. Audit Internal & Tinjauan Manajemen
Setelah sistem berjalan, saatnya mengevaluasi.
Audit Internal
Dilakukan untuk memastikan:
- sistem sesuai persyaratan ISO/IEC 17025,
- proses berjalan efektif,
- dan kesenjangan segera diperbaiki.
Tinjauan Manajemen
Manajemen menilai:
- hasil audit internal,
- keluhan pelanggan,
- efektivitas tindakan korektif,
- hasil uji profisiensi,
- serta risiko dan peluang.
Ini memastikan sistem terus berkembang dan tidak jalan di tempat.
Proses Akreditasi (Pengakuan Kompetensi)Â
1. Fokus Akreditasi ISO/IEC 17025
ISO/IEC 17025 berbeda dengan standar seperti ISO 9001. Jika ISO 9001 menilai sistem manajemen secara umum, maka ISO/IEC 17025 menilai kompetensi teknis laboratorium, kemampuannya nyata untuk menghasilkan data yang valid. Karena itulah laboratorium bukan “disertifikasi”, tetapi diakreditasi. Akreditasi adalah bukti bahwa laboratorium memiliki kemampuan teknis kelas dunia.
2. Siapa yang Memberikan Akreditasi?
Akreditasi diberikan oleh badan akreditasi. Di Indonesia, lembaga resminya adalah KAN (Komite Akreditasi Nasional). Jika lembaga akreditasi tersebut tergabung dalam ILAC (International Laboratory Accreditation Cooperation), hasil laboratorium yang terakreditasi akan diakui secara internasional tanpa perlu diuji ulang. Artinya, pengakuan kompetensi laboratorium melampaui batas negara.
Dengan akreditasi ILAC, hasil laboratorium Indonesia dapat diterima di berbagai negara mulai dari Asia hingga Eropa, membuat layanan laboratorium menjadi jauh lebih kompetitif.
3. Tahapan Akreditasi: Dua Fase Utama
Meskipun istilah Stage 1 & Stage 2 tidak digunakan, prosesnya pada dasarnya mengikuti pola yang sama:
a. Tinjauan Dokumentasi (Mirip Stage 1)
Badan akreditasi menilai semua dokumen laboratorium, seperti prosedur, metode, catatan kalibrasi, dan sistem manajemen. Tujuannya untuk memastikan laboratorium sudah siap dinilai langsung. Tahap Ini seperti menilai “kerangka dan fondasi” dari sistem laboratorium sebelum melangkah ke penilaian lapangan.
b. Penilaian di Tempat (Mirip Stage 2)
Penilai datang langsung ke laboratorium untuk melihat bagaimana proses teknis dilakukan:
- personel melakukan pengujian atau kalibrasi,
- kondisi peralatan dan fasilitas,
- ketertelusuran metrologi,
- evaluasi ketidakpastian pengukuran,
- teknik penanganan sampel,
- hingga validitas hasil.
Inilah tahap yang paling menentukan. Laboratorium harus membuktikan kompetensinya “secara langsung” di hadapan penilai.
4. Masa Berlaku Akreditasi & Audit Surveillance
Setelah dinyatakan kompeten, laboratorium akan mendapatkan akreditasi yang berlaku selama beberapa tahun. Namun setiap tahun, badan akreditasi melakukan surveillance audit untuk memastikan:
- laboratorium tetap kompeten,
- peralatan tetap terkalibrasi,
- personel tetap memenuhi kompetensi,
- semua proses tetap berjalan sesuai standar.
Surveillance ini memastikan bahwa kompetensi laboratorium tidak hanya “bagus saat dinilai”, tetapi terus konsisten dari waktu ke waktu.
KesimpulanÂ
ISO/IEC 17025:2017 bukanlah sekadar sertifikat yang digantung di dinding laboratorium. Standar ini adalah fondasi keunggulan dan integritas, yang memastikan bahwa setiap hasil pengujian dan kalibrasi benar-benar bisa dipercaya. Ketika laboratorium menerapkan standar ini dengan baik, mereka membangun reputasi sebagai pihak yang kompeten dan berintegritas tinggi.
Dengan menjaga imparsialitas dan kerahasiaan, laboratorium menumbuhkan kepercayaan pelanggan sejak awal. Pelanggan yakin bahwa hasil tidak bias dan informasi mereka aman. Di sisi lain, persyaratan terkait sumber daya mulai dari personel yang kompeten hingga peralatan yang terkalibrasi dengan ketertelusuran metrologi yang jelas membuat laboratorium mampu bekerja lebih efisien, akurat, dan konsisten. Rantai ketertelusuran yang kuat ini juga membuat hasil laboratorium dapat dibandingkan dan diterima di tingkat nasional maupun internasional.
Lebih jauh lagi, ISO/IEC 17025 mendorong laboratorium untuk selalu siap menghadapi tantangan baru melalui pendekatan berbasis risiko dan peluang. Proses seperti audit internal, tindakan korektif, tinjauan manajemen, serta umpan balik pelanggan menjadi “mesin perbaikan” yang memastikan kualitas terus meningkat dari waktu ke waktu.
Pada akhirnya, laboratorium yang berhasil meraih dan mempertahankan akreditasi ISO/IEC 17025 telah membuktikan satu hal penting: mereka mampu menghasilkan data yang sahih, dapat diandalkan, dan diakui secara global. Dengan kompetensi dan integritas yang teruji, laboratorium seperti ini menjadi mitra yang sangat bernilai dalam dunia pengujian, kalibrasi, dan rantai pasokan modern.
Hubungi ISO CENTER INDONESIA
Ingin membawa laboratorium Anda ke level yang lebih tinggi dan diakui secara global? Jangan tunggu sampai masalah muncul atau data Anda diragukan. Yuk, mulai langkah strategis menuju akreditasi ISO/IEC 17025 dengan pendampingan yang tepat.
ISO CENTER INDONESIA siap membantu Anda dari tahap awal hingga siap diaudit—mulai dari konsultasi, penyusunan dokumen, pendampingan teknis, sampai pelatihan tim.
Jika Anda ingin prosesnya lebih mudah, terarah, dan bebas stres, langsung saja hubungi kami (0813-184-5942)Â dan klik link di bawah in
Pelatihan ISO/IEC 17025:2017 – Implementasi & Akreditasi
Bangun laboratorium yang kompeten, terpercaya, dan diakui dunia mulai dari satu langkah kecil hari ini.
FAQ – Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Implementasi ISO/IEC 17025
- Apakah ISO/IEC 17025 bisa disertifikasi?
Tidak. ISO/IEC 17025 tidak menghasilkan sertifikasi seperti ISO 9001. Standar ini mengarah pada akreditasi, yaitu pengakuan resmi bahwa laboratorium kompeten secara teknis oleh badan akreditasi seperti KAN atau lembaga yang diakui ILAC.
- Apakah 17025 lebih sulit dari ISO 9001?
Ya, biasanya lebih menantang karena selain persyaratan sistem manajemen, 17025 juga menuntut pemenuhan persyaratan teknis seperti validasi metode, ketertelusuran metrologi, dan evaluasi ketidakpastian pengukuran.
- Berapa lama rata-rata implementasi ISO/IEC 17025?
Tergantung skala laboratorium, kompleksitas pengujian, dan kesiapan awal. Umumnya proses implementasi sampai siap diaudit berlangsung 6 hingga 18 bulan.
- Apa langkah pertama sebelum memulai implementasi?
Komitmen manajemen. Pimpinan harus menetapkan kebijakan dan tujuan untuk pemenuhan 17025 dan bersedia menyediakan sumber daya yang diperlukan.
- Siapa yang sebaiknya memimpin proyek implementasi?
Laboratorium harus menunjuk personel yang memiliki otoritas, kompetensi, dan waktu yang cukup untuk memimpin implementasi serta melaporkan kinerja sistem manajemen.
- Apakah laboratorium harus mengubah semua prosedur pengujian?
Tidak selalu. Prosedur yang sudah baik dapat dipertahankan, tetapi harus diverifikasi, terdokumentasi dengan baik, dan memenuhi persyaratan teknis serta manajemen yang ditetapkan standar.
- Apa yang dimaksud dengan Gap Analysis di ISO/IEC 17025?
Gap analysis adalah proses membandingkan kondisi laboratorium saat ini dengan persyaratan standar untuk mengetahui bagian mana yang belum memenuhi, baik dari sisi teknis maupun administrasi.
- Apakah laboratorium wajib memiliki Manual Mutu?
Standar tidak mewajibkan bentuk manual mutu tertentu, tetapi laboratorium tetap wajib memiliki dokumentasi sistem manajemen yang lengkap, terkendali, dan mudah ditelusuri.
- Bagaimana memastikan semua personel kompeten?
Laboratorium harus menetapkan persyaratan kompetensi, menyediakan pelatihan teknis, mengevaluasi kemampuan personel secara berkala, dan memberikan otorisasi resmi kepada setiap analis atau teknisi.
- Bagaimana penggunaan LIMS dinilai dalam 17025?
Sistem informasi laboratorium (LIMS) harus divalidasi sebelum digunakan. Setiap perubahan konfigurasi harus dikontrol, disahkan, dan dicatat agar keandalan datanya terjaga.
- Bagaimana mengatasi risiko imparsialitas?
Laboratorium wajib mengidentifikasi risiko terhadap imparsialitas dan menyediakan mekanisme untuk menghilangkan atau meminimalkannya, misalnya dengan struktur organisasi yang jelas atau kebijakan anti-konflik kepentingan.
- Apa tujuan utama audit internal?
Audit internal memastikan sistem manajemen dan proses teknis berjalan sesuai standar dan memberikan dasar yang kuat untuk perbaikan sebelum penilaian akreditasi.
- Siapa yang melakukan Tinjauan Manajemen?
Tinjauan manajemen harus dilakukan oleh pimpinan laboratorium untuk menilai kesesuaian dan efektivitas sistem secara keseluruhan, berdasarkan data audit, keluhan, hasil uji profisiensi, dan risiko.
- Apa yang dilakukan jika pekerjaan laboratorium tidak sesuai (nonconforming work)?
Laboratorium harus langsung mengendalikan pekerjaan tersebut, memeriksa penyebabnya, menentukan tindakan korektif, dan memberi tahu pelanggan jika hasilnya sudah terlanjur diberikan.
- Apakah ketidakpastian pengukuran wajib dihitung?
Untuk kalibrasi, wajib. Untuk pengujian, laboratorium tetap harus mengevaluasi ketidakpastian sejauh metode mengizinkan. Jika tidak dapat dihitung secara penuh, perkiraan yang masuk akal harus digunakan.
- Bagaimana memilih badan akreditasi yang tepat?
Pilih badan akreditasi yang diakui internasional—idealnya anggota ILAC—agar hasil laboratorium Anda diterima secara global.
- Apa perbedaan hasil akreditasi 17025 dan sertifikasi 9001?
Akreditasi 17025 menunjukkan kompetensi teknis dalam lingkup tertentu. Sertifikasi 9001 hanya menunjukkan bahwa sistem manajemen mutu telah diterapkan, bukan kompetensi teknis.
- Berapa lama masa berlaku akreditasi?
Umumnya akreditasi berjalan dalam siklus beberapa tahun (misalnya 4–5 tahun) dengan audit surveillance dilakukan setiap tahun.
- Apakah boleh menggunakan pihak ketiga (subkontrak) untuk pengujian tertentu?
Boleh, tetapi harus sesuai persyaratan layanan eksternal (6.6), dan pelanggan harus diberi tahu tentang bagian pengujian yang dilakukan pihak eksternal.
- Apakah laboratorium harus memakai metode internasional saja?
Tidak. Laboratorium boleh menggunakan metode non-standar, metode modifikasi, atau metode yang dikembangkan sendiri asal divalidasi dan terbukti cocok untuk tujuan pengujian.
- Bagaimana menangani keluhan pelanggan?
Laboratorium harus memiliki proses resmi untuk menerima, mengevaluasi, dan menangani keluhan, serta memastikan keputusan akhir dibuat oleh pihak yang tidak terlibat dalam pekerjaan yang dikeluhkan.
- Apa saja yang harus ada dalam rekaman teknis?
Rekaman teknis harus memuat identitas personel, hasil pengujian/kalibrasi, parameter pengukuran, kondisi lingkungan, hingga informasi yang cukup untuk mengulang pekerjaan tersebut secara akurat.
- Apa yang harus dilakukan jika peralatan menunjukkan hasil yang meragukan?
Peralatan harus segera dikeluarkan dari layanan, diperiksa, dikalibrasi ulang, dan semua pekerjaan terkait dievaluasi melalui prosedur nonconforming work.
- Mengapa laboratorium wajib mengikuti Uji Profisiensi?
Karena uji profisiensi adalah cara paling objektif untuk membandingkan kinerja laboratorium dengan laboratorium lain dan membuktikan bahwa hasilnya valid. - Bagaimana memastikan ketertelusuran metrologi tetap terjaga setelah akreditasi?
Laboratorium harus memelihara rantai kalibrasi tak terputus yang terdokumentasi, menggunakan laboratorium terakreditasi, bahan referensi bersertifikat, dan sistem pengendalian peralatan yang konsisten.


Leave a Reply