ISO VS Six Sigma : Pengertian dan Perbedaan

posted in: Article, Artikel | 0

4 Menit Membaca

ISO VS Six Sigma : Pengertian dan PerbedaanISO dan Six Sigma merupakan metode populer yang telah dipakai oleh banyak perusahaan di berbagai negara. Kedua metode ini memiliki peran dan manfaat dalam mendorong perusahaan dalam meningkatkan kinerja bisnis. 

Penerapan ISO atau pun Six Sigma akan membantu perusahaan untuk tetap memiliki daya saing di tengah kondisi pasar global. Sebab tanpa standar mutu yang tidak jelas, atau kualitas produksi yang tidak sesuai dengan pasar, akan membuat perusahaan sulit bertahan dalam persaingan bisnis yang semakin kompetitif.

Lalu, bagaimana cara kerja ISO atau Six Sigma untuk membantu kinerja perusahaan? Apakah kedua metode ini sama atau berbeda? Atau apakah kedua metode ini bisa digunakan bersamaan? Berikut penjelasannya lebih lanjut.

 

Apa itu ISO dan Six Sigma?

Apa itu ISO dan Six Sigma?

  • ISO

ISO atau The International Organization for Standardization adalah lembaga non-pemerintah yang terdiri lebih dari 160 negara yang menetapkan standar sistem, produk dan jasa dalam upaya menjaga kualitas, keamanan dan efisiensi. ISO dibentuk untuk memastikan bisnis dikelola dengan standar yang tepat dan konsisten.

Meski merupakan standar internasional, namun tidak ada kewajiban bagi perusahaan untuk menerapkan ISO. Akan tetapi bagi perusahaan yang menerapkan ISO akan mendapatkan sertifikasi ISO sebagai salah satu jaminan bahwa sistem atau kualitas produk sudah sesuai standar internasional.

Penerapan ISO membantu perusahaan dalam memastikan seluruh departemen menjalankan sistem berdasarkan standar yang telah ditetapkan. Dan produk-produk yang dihasilkan tetap dengan kualitas yang diharapkan.

ISO telah menetapkan berbagai jenis standarisasi internasional, seperti

  1. ISO 9001 terkait standar keamanan dan efisiensi produksi pada industri manufaktur
  2. ISO/IEC 17025 sebagai standar persyaratan pengujian laboratorium
  3. ISO 28000 sebagai standar persyaratan sistem manajemen keamanan  rantai pasok
  4. ISO 50001 yaitu standar organisasi untuk mengembangkan, mengimplementasikan, dan meningkatkan sistem manajemen energi.
  5. ISO 14001 sebagai standar organisasi untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi operasional agar ramah lingkungan.
  6. ISO 22000 sebagai standar untuk sistem manajemen keamanan pangan.
  7. ISO/IEC 27001 yaitu standar spesifikasi untuk sistem manajemen keamanan informasi.
  8. ISO TS 16949 sebagai standar untuk meningkatkan kualitas dan integritas pasokan ke industri. 

ISO VS Six Sigma : Pengertian dan Perbedaan

  • Six Sigma

Six Sigma adalah alat manajemen yang fokus pada pengendalian kualitas produk dengan mendalami sistem produksi perusahaan secara keseluruhan dan berkelanjutan. Tujuan utama dari Six Sigma untuk meningkatkan performa dan menurunkan kemungkinan kesalahan perusahaan seperti cacat produksi hingga memangkas waktu dan biaya produksi agar lebih efisien.

Berdasarkan nama Six Sigma berasal dari kata “Six” yang berarti enam dan “Sigma” yang berarti standar deviasi. Six Sigma dikembangkan dari metodologi  kurva lonceng statistika yaitu satu sigma menggambarkan satu standar deviasi dari mean atau rata-rata. 

Six Sigma akan membantu perusahaan untuk menemukan dan mengurangi penyebab dari kesalahan yang berdampak pada kualitas produk. Kemudian mendorong perusahaan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas produk agar lebih baik.

Dalam penerapannya, Six Sigma memiliki 8 tahapan yang harus dijalankan perusahaan;

  1. Brainstorming untuk melahirkan ide-ide kreatif dan merancang program yang efektif dalam menyelesaikan masalah.
  1. Sistem 5R yaitu ringkas, rapi, resik, rawat, dan  rajin sebagai upaya untuk meminimalisir hambatan yang terjadi dalam kinerja perusahaan.
  1. Root Cause Analysis untuk menemukan akar permasalahan yang terjadi.
  1. Benchmarking untuk menentukan standar pengukuran untuk mengetahui dan membandingkan kekurangan dan kelebihan perusahaan dengan kompetitor.
  1. Poka-Yoke yaitu teknik untuk menghindari berbagai potensi kesalahan dan menyusun strategi untuk mengatasinya.
  1. Suara konsumen dengan mendengar setiap kritik dan saran  untuk  mengetahui hal yang harus diperbaiki dan ditingkatkan oleh perusahaan 
  1. Kaizen merupakan strategi yang untuk meningkatkan bisnis dengan cara memantau, mengidentifikasi, dan melakukan berbagai perkembangan secara berkelanjutan.
  1. Value Stream Mapping yaitu teknik pengukuran material dan informasi untuk mendesain proyek baru agar lebih maksimal dan efisien. 

Perbedaan antara Six Sigma dan ISO

Perbedaan antara Six Sigma dan ISO

  • Sertifikasi
    ISO memiliki badan sertifikasi untuk setiap perusahaan yang telah menerapkan standar ISO. Sementara Six Sigma mensertifikasi individu dan tidak memiliki badan sertifikasi.
  • Ruang Lingkup
    ISO fokus dalam membangun penyelarasan standar dan kepatuhan perusahaan agar seluruh produk yang dihasilkan selalu sesuai dengan perencanaan. Contohnya, hasil produksi pada perusahaan induk dan pada perusahaan cabang sama-sama menghasilkan produk dengan kualitas yang serupa.

Baca juga : ISO 18404 : 2015 , Metode Kuantitatif dalam Proses Perbaikan – Kompetensi Bagi Personal dalam Implementasi Lean dan Six Sigma

Sedangkan Six Sigma fokus pada perubahan dan peningkatan kualitas yang lebih baik. Terutama dalam mencegah adanya produk yang cacat, memangkas biaya dan waktu agar lebih efisien.

  • Pendekatan Metodologi
    Sebagian standar ISO menerapkan siklus Plan-Do-Check-Act yang digunakan untuk perbaikan sistem. Di mana perusahaan harus melakukan siklus tersebut secara berkelanjutan.Six Sigma memiliki dua metode dalam penerapannya yaitu Define, Measure, Analyze, Improve, Control (DMAIC) dan Define, Measure, Analyze, Design, Validate (DMADV).Metode DMAIC bertujuan untuk mengembangkan produk atau jasa untuk meningkatkan kepuasan konsumen. Sedangkan metode DMADV digunakan untuk mendesain ulang proses manufaktur produk baru.

Meski memiliki sejumlah perbedaan, namun ISO dan Six Sigma memiliki persamaan yang mendasar yaitu membantu kinerja perusahaan agar lebih baik, mendorong perusahaan agar terus menjaga kualitas produk agar tetap bisa memiliki daya saing di tengah perkembangan pasar global.  Bahkan kedua metode ini, ISO dan Six Sigma dapat dikolaborasikan oleh perusahaan agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal

Leave a Reply